Faisal Tehrani

Malaysia

Faisal Tehrani kerap dianggap sebagai penulis kontroversial karena bereksperimen dengan berbagai format dan menawarkan diskursus alternatif dalam karya-karyanya. Andrew Fowler, seorang wartawan terkenal Australia dan penulis The Most Dangerous Man in the World, menyatakan bahwa terjemahan karya Faisal dalam bahasa Inggris, The Nurse (Misi) dan Crises (Kegawatan), adalah ‘narasi penting akan pertarungan tentang ide dan kebebasan di Malaysia’. Situs resmi ASEAN Literary Festival pada 2017 juga menyebutnya sebagai ‘salah satu penulis penting Malaysia dan Asia Tenggara’. Preeta Samarasan, penulis Evening is the Whole Day menyebut; ‘Faisal Tehrani, telah menulis novel yang kompleks dan cermat, Profesor, tentang seorang lesbian Melayu (Muslim) yang bergulat dengan seksualitasnya dalam menjalani pendidikan di sekolah agama di salah satu negara bagian paling konservatif di Malaysia’.

Beberapa karyanya yang lain termasuk, Cinta Hari-hari Rusuhan (diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Lelaki Yang Membunuh Kenangan oleh Bentang Pustaka), 1515 (diterjemahkan ke bahasa Prancis dengan judul Les Indes Savantes), dan Bagaimana Anyss Naik ke Langit (diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Brigitte Bresson dengan judul How Anyss Went to Heaven). Cerita pendek terbarunya, The Koro Report, diterbitkan oleh Mekong Review dan kini sedang ia kembangkan menjadi fiksi sastra. Dia juga punya banyak karya akademik yang sebagian besarnya di bidang hak asasi. Tujuh dari buku Faisal pernah dilarang oleh pemerintah Malaysia dan dia sering menjadi sasaran dari kelompok ekstremis keagamaan.