Jakarta International
Literary Festival

Sastra Indonesia belum benar-benar tampil di kancah internasional. Hanya ada sedikit karya maupun penulis Indonesia yang menjadi perbincangan, atau setidaknya, dibaca luas oleh pembaca sastra dunia. Memperbanyak penerjemahan karya sastra Indonesia ke dalam bahasa lain sangatlah penting. Namun, selain itu, perlu ada upaya-upaya konkret lain untuk membantu karya sastra Indonesia memiliki suara penting dalam pergaulan internasional.

Untuk itu, Komite Sastra—Dewan Kesenian Jakarta menggagas festival sastra bertaraf international yang mengundang beberapa pelaku sastra dunia.  Dengan proses kurasi dan pembangunan program yang baik, festival ini diharapkan akan menjadi penghubung Indonesia dengan sastra dunia.

Pada 2019, JILF mengangkat “Pagar” sebagai tema sentral untuk mencerminkan batasan-batasan yang semakin lebur akibat arus globalisasi yang menerpa dunia. Selain sebagai sesuatu yang harus dilintasi, pagar juga berfungsi sebagai pelindung dan pemisah antara dunia luar dan ketenangan rumah. Maka dari itu, konsep pagar tidak selalu terikat dengan perlintasan batas-batas geografis sastra, akan tetapi juga mengandung makna perawatan dan pemeliharaan. Dengan pagar, kita terpisah dari dunia di luar tetapi selalu dalam kesadaran kehadiran kita di tengah dunia. Dalam kata lain, kepekaan lokal dengan wawasan global.