News only available in Bahasa Indonesia

 

Jakarta, Gatra.com – Akademisi Universitas Islam Negeri Sunan Kali Jaga (UIN SUKA), Bernando J. Sujibto, mengatakan, ada sejumlah langkah untuk membawa karya sastra anak bangsa ke kancah internasionalm, di antaranya dengan menerjemahkannya ke dalam bahasa internasional selain bahasa Inggris.

“Menurut saya, langkah pertama yang tepat adalah membeli karya sastra menerjemahkan khazanah-khazanah sastra di luar bahasa Inggris itu. Saya belajar dari beberapa kasus, terutama saya belajar ini dari Turki,” ujar pria yang akrab disapa BeJe ini di Kios Ojo Keos, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (29/6).

Lebih lanjut, BeJe juga mengutarakan tiga kelemahan sasrta yang ada di Indonesia sehingga sulit menembus kancah internasional, yaitu:

  1. Pertama, upaya menjual karya sastra Indonesia ke negara-negara di luar Inggris terhambat oleh minimnya sumber daya dan kemampuan penerjemah terkait dengan bahasa-bahasa asing di luar Inggris;
  2. Kedua, jaringan penerjemahan dan perbukuan ke berbagai negara di luar Inggris harus diakui masih lemah;
  3. Ketiga, belum adanya sekolah penerjemah yang bertujuan untuk mencetak penerjemah dari bahasa Indonesia ke bahasa bersangkutan.

Dalam rangka perhelatan festival sastra bertaraf internasional, Jakarta International Literary Festival 2019, Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) mengadakan diskusi prafestival yang keempat. Diskusi prafestival kali ini mengangkat tema “Menjual (Sastra) Indonesia”.

 

Reporter: Novrizaldi

Editor: Iwan Sutiawan

Sumber: www.gatra.com

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *